DPD Demokrat Maluku Bentuk Tim Hukum Dampingi Erwin Tanaya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

KlikMaluku.com – Sebagai partai modern yang menjunjung tinggi peraturan dan perundang-undangan, Partai Demokrat tak akan tinggal diam ketika ada pengurus dan kadernya dizolimi.

Karena itu, persoalan yang terjadi terkait pergantian ketua Fraksi Bupolo di DPRD Kabupaten Buru bakal ditindaklanjuti oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku lewat tim hukum yang dibentuk.

Demikian dikatakan Sekretaris DPD Partai Demokrat Maluku, Lattif Lahane SH usai memimpin sidang kode etik yang dihelat Dewan Kehormatan Partai Demokrat, DPD Maluku, Jumat, 5 Agustus 2022 di sekretariat partai berlambang bintang mercy ini, Jalan Ina Tuni, Karangpanjang, Ambon.

Sidang ini digelar dalam rangka mendengar klarifikasi dari Erwin Tanaya, Ketua Fraksi Bupolo di DPRD Kabupaten Buru yang diganti sepihak oleh pimpinan legislatif di kabupaten itu tampa mekanisme bahkan melanggar kesepekatan awal dalam surat yang telah ditandatangai pimpinan tiga partai gabungan dalam fraksi itu, masing-masing, Partai NasDem, Partai Perindo dan Partai Demokrat.

”Intinya, Dewan Kehormatan Partai Demokrat Maluku sudah mendengar klarifikasi dari pak Erwin Tanaya yang juga adalah Ketua DPC Demokrat Buru. Hari ini juga telah dibentuk tim hukum untuk mendampingi beliau,” kata pengacara senior di Ambon ini.

Menyoal langkah hukum apa yang akan ditempuh, Lahane menolak untuk menyampaikannya.

”Ya lihat saja nanti. Yang penting DPD Partai Demokrat tidak tinggal diam melihat pengurusnya, apa lagi Ketua DPC dizolimi,” tegas dia.

Lahane juga memastikan bakal ada kejutan yang terjadi terkait persoalan pergantian Ketua Fraksi Bupolo di DPRD Buru ini.

Hal yang sama disampaikan Ketua OKK DPD Partai Demokrat Buru, Ir John Lefmanut.

”Ini bukan masalah jabatan. Ini murni masalah penegakkan aturan sebagaimana yang diatur dalam tatib di DPRD Buru. Selain itu, ini juga soal kewibawaan partai. Jadi tunggu saja, pasti ada kejutannya,” tambah Lefmanut.

Untuk diketahui, dalam surat kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2019, tiga partai yang tergabung dalam Fraksi Bupolo ini menyepakati Erwin Tanaya menjadi ketua fraksi selama satu periode yaitu hingga tahun 2024.

Namun tiba-tiba, karena ada surat dari Ketua Wilayah Partai NasDem, Ketua DPRD M Rum Soplestuny mengambil kebijakan untuk menggelar paripurna untuk menggantikan Tanaya. Saat pergantian Tanaya bahkan berada di luar kabupaten dalam rangka verifikasi parpol dan sama sekali tidak tahu-menahu.

Hal ini akhirnya berujung pada keributan saat paripurna DPRD Kabupaten Buru yang berlangsung 26 Juli 2022. Saat itu, Erwin yang melakukan isterupsi kepada pimpinan sidang terkait pergantian dirinya sebagai ketua fraksi sengaja dihalang-halangi dengan cara penonaktifan pengeras suaranya.

Tanaya sempat membagikan surat kesepakatan penunjukan dirinya sebagai Ketua Fraksi Bupolo ke semua anggota DPRD dalam rapat pleno dalam rangka mendengar kata akhir fraksi dan persetujuan DPRD tentang Ranperda LPJ tahun 2021. Surat kesepakatan itu bahkan juga disampaikan ke pimpinan sidang.

Tanaya yang kesal hak bicaranya dibatasi langsung berjalan dan secara spontan membuang botol Aqua bekas minumnya ke bawah pimpinan meja dan hendak walk out dari ruang sidang. Sontak Ketua DPRD Buru M Rum

Soplestuny mengejar Tanaya sembari melayangkan pukulan. Untung Tanaya sempat menghindar. Ia sempat hendak balik menyerang Soplestuny namun direlai oleh anggota DPRD Buru lainnya.

Atas insiden itu, Erwin Tanaya sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada tamu undangan yang hadir dalam paripurna, karena menurutnya semua itu tejadi secara fefleks akibat ketidakadilan yang dialaminya. (JOW)

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.