• Minggu, 24 September 2023

Diskusi KP2IT, Kepemimpinan Muda Jadi Sorotan

- Sabtu, 27 Mei 2023 | 18:51 WIB

KlikMaluku.com -  Intelektual muda Maluku yang juga pegiat perubahan sosial Ikhsan Tualeka bicara soal kepemimpinan kaum muda dalam Diskusi Publik “Saatnya Maluku Bangkit Bersama Pemimpin Masa Depan Indonesia 2024”.

Kegiatan yang digelar di salah satu pusat kuliner di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan pada Jumat, 25 Mei 2023 itu digagas oleh Dewan Pimpinan Pusat Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (KP2IT) dan Forum Mahasiswa Maluku Institute.

Dalam kesempatan itu Ikhsan memulai pemaparannya dengan mengajak forum kaum muda Maluku untuk mengedepankan kolaborasi, kreativitas dan toleran, yang disingkat dengan Kokreto.

“Dengan kokreto, dampak atau pengaruh dari setiap aktivitas akan jauh lebih besar, punya nilai tambah, dan tentu saja akan harmonis dalam perbedaan dan keragaman”, jelas Ikhsan.

Terkait kepemimpinan, Ikhsan mengajukan pertanyaan kritis, “Siapa bilang pemuda masih perlu belajar dan belum saatnya memimpin?”

Yang kemudian jawabnya, “Justru pemuda mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan bangsa, dan sukses dalam kepemimpinan, selama diberikan kesempatan”.

Lebih lanjut ikhsan menjelaskan, ada banyak catatan sejarah yang menunjukan peran, kapasitas dan kualitas pemuda dalam memimpin. Seperti gerakan Budi Utomo dan kemudian sumpah pemuda yang menyatukan bangsa ini pada tanggal 28 Oktober 1928.

“Pada zaman revolusi kemerdekaan, Jenderal Sudirman menghabiskan masa mudanya untuk memimpin pasukan melawan penjajah, Soekarno dilantik jadi presiden RI pertama, dan tercatat sebagai termuda di Indonesia”, jelas Ikhsan.

Founder IndoEast Network ini menegaskan, di era kekinian juga muncul banyak pemimpin muda. Kepemimpinan mereka justru lebih menonjol, antara lain karena kreativitas dan pemanfaatan teknologi informasi dengan baik dan tepat.

Menurut Ikhsan, dunia makin berubah, dan dinamika perubahan itu identik dengan kerja keras dalam menciptakan terobosan-terobosan terbaru, berpikir kreatif guna menyikapi tantangan yang ada dalam upaya membangun peradaban.

“Semua itu tentu adalah upaya perubahan khas-nya anak muda”, sebut Ikhsan.

Sehingga bila ada anggapan anak muda masih kurang pengalaman sehingga dianggap belum pantas untuk memimpin menurut Ikhsan itu sangatlah naif.

Pengalaman tidak memandang usia, pengalaman bukan hanya kepunyaan orang tua, dan juga keberhasilan bukanlah monopoli orang tua. Tren global saat ini juga bahkan telah mengarah pada siklus dan kepemimpinan kaum muda”, ungkap sosok yang juga aktif menulis ini.

Mengaca pada pengalaman para pemimpin muda yang sukses, Ikhsan berharap kaum muda juga bisa menjadi alternatif dan diberikan kesempatan untuk memimpin, dalam kepemimpinan eksekutif di berbagai jenjang, bisa didorong yang muda dipasangkan dengan yang senior.

Misalnya pasangan gubernur-wakil gubernur, walikota-wakil walikota, bupati-wakil bupati bisa di kombinasikan antara yang senior dengan anak muda, hal seperti ini yang mestinya sudah harus dipikiran dan dimulai di Maluku, bila mau ada perubahan yang signifikan.

“Selain di eksekutif juga pada lembaga legislatif, pemilu kali ini juga mesti dapat menghasilkan anak-anak muda, sebagai jembatan aspirasi publik, baik itu di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat”, harap Ikhsan.

Sementara mewakili penyelenggara kegiatan, Wakil Ketua Umum DPP KP2IT, Hadi Hemas Sangadji, mengatakan, digelarnya diskusi ini, pihaknya sangat mengharapkan adanya terobosan dalam mendorong pemimpin muda dan kontribusi secara real di dari kaum muda lapangan.

“Melihat pada realitas yang ada, Maluku masih berada pada posisi ke empat sebagai daerah Miskin di Indonesia, sementara sumber daya alam yang banyak dan sumber daya manusia yang besar maka perlu ada pengelolaan yang baik”, jelas Sangadji.

Karena itu kegiatan ini sengaja diadakan, selain untuk memotivasi kaum muda melalui sejumlah narasumber yang dihadirkan, kami juga merangkum pokok-pokok pikiran sebagai bahan untuk aksi tindak lanjut

“Kami juga akan ikut mendorong pemerintah daerah di Maluku untuk lebih fokus pada pemberdayaan kaum muda, sehingga dapat ikut terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Hadi sapaan akrabnya di kalangan awak media.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Forum Mahasiswa Maluku Institute, Sawal Sangadji, mengatakan pihaknya antusias untuk terus mengawal kebijakan pemerintah sehingga berbagai problem yang ada di tengah masyarakat Maluku dapat teratasi dengan baik.

Kami sebagai generasi muda selain mempersiapkan diri sebagai pemimpin muda, juga akan selalu kritis dan mengawal setiap agenda penyelenggaraan pemerintahan di Maluku, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, “pungkas Sawal

Diskusi Publik ini selain Ikhsan Tualeka, turut hadir sejumlah narasumber antara lain, Muhammad Sabri, S.IP., MA ( Dosen UI), DR. Bob Hasan (Praktisi Hukum), Siti Aminah Amahoru (Aktivis Perempuan Maluku) dan Jopie Wattimury (Tokoh Maluku di Jakarta), dan diikuti sejumlah aktivis dan perwakilan organisasi pemuda Maluku di Jakarta. (RM)

Editor: Redaksi KlikMaluku

Tags

Terkini

Polisi Bongkar Sindikat Produksi Film Porno

Rabu, 13 September 2023 | 04:17 WIB

Prabowo Makin Mantap Jadi Presiden

Rabu, 16 Agustus 2023 | 16:24 WIB

Dari Bandung, AHY Serukan Perubahan dan Perbaikan

Selasa, 8 Agustus 2023 | 20:41 WIB

DCT Bakal Diumumkan November 2023

Selasa, 4 Juli 2023 | 10:34 WIB

Tiga Kali Haji, Dua Kali Tidak Melihat Kakbah

Selasa, 27 Juni 2023 | 11:15 WIB
X